| Industri Pulp dan Kertas 2010 |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Friday, 18 June 2010 | |
|
Krisis ekonomi tahun 2008 mempengaruhi industri pulp dunia. Banyak pabrik pulp terpaksa menghentikan produksi dan akhirnya gulung tikar. Akibatnya konsumsi pulp turun drastis dalam tahun 2009 karena turunnya produksi kertas dan board terutama di Eropa dan Amerika Utara yang sangat menderita oleh resesi. Konsumsi pulp kayu yang turun di seluruh dunia dalam tahun 2009 adalah 7,4 % jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 1,3%. RISI melihat mulai ada pemulihan dan harga pulp mulai naik pada tahun 2010, diantara penyebabnya adalah banyaknya penutupan pabrik pulp. Fenomena ini merupakan indikasi pasar pulp dunia akan bergairah. Demikian halnya dengan pemakaian kertas-bekas mengalami penurunan tetapi impor kertas-bekas oleh China yang meningkat menyebabkan naiknya ekspor kertas-bekas dari negara-negara maju ke negara tersebut. Menurut RISI permintaan kertas-bekas lebih tinggi dalam 2010 dan 2011 akan dibarengi dengan pengumpulan kertas-bekas karena semakin banyak pabrik kertas dan board yang didirikan di negara-negara berkembang yang menggunakan kertas-bekas sebagai bahan bakunya. Diantara produk kertas yang terkena pengaruh resesi, tisu adalah jenis kertas yang paling 'aman' , pemakaian produk tisu untuk kesehatan tetap bertahan. Meskipun konsumsi tetap terjadi tetapi dalam tingkat yang relatif rendah. Sumber: Buletin Berita Industri Pulp & Kertas Indonesia, Edisi April 2010 |
| < Prev | Next > |
|---|

