| Karyawan Ikut Membela Perusahaannya |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Wednesday, 19 May 2010 | |
|
Industri pulp & kertas selalu menjadi bulan-bulanan
serangan LSM lingkungan hidup dan
peraturan-peraturan lingkungan hidup lainnya.
Perusahaan-perusahaan bersusah-payah menghadapi
serangan-serangan tersebut, namun dengan hasil yang
kurang memuaskan. Apa yang dilakukan pabrik pulp &
kertas selalu secara tidak fair dianggap tidak benar.
Sebagai misal, setiap pabrik pulp melakukan
penebangan pohon di HTI-nya selalu di-cap sebagai
penggundulan hutan (padahal penebangan selalu diikuti
dengan penanaman kembali). Banyak pabrik yang
terpaksa tutup, yang berakibat pada PHK. Atas hal ini, karyawan pekerja pabrik-pabrik pulp & kertas di Amerika Utara bersatu menghadapi serangan yang tidak fair dan merugikan tersebut. Serikat-serikat pekerja pulp & kertas membentuk Pulp & Paper Workers' Resource Council (PPRC) untuk membela industrinya dan mempertahankan lapangan kerja karyawan. PPRC dibentuk untuk menghadapi serangan LSM dan peraturan-peraturan lingkungan yang berlebihan melampaui batas, yang diterbitkan tanpa mendengarkan pendapat karyawan industri pulp & kertas. PPRC melakukan riset terhadap isu-isu lingkungan dan mengadakan pembicaraan dengan LSM dan pemerintah dengan tujuan agar suara dan pendapat karyawan didengar dan dipertimbangkan. Beribu-ribu karyawan pulp & kertas telah kehilangan pekerjaannya, karena peraturan-peraturan lingkungan yang dibuat tanpa mendengarkan pendapat karyawan pulp & kertas. PPRC mengajukan paper (position paper) meliputi energi, perubahan iklim dan air bersih. Sumber: Buletin Berita Industri Pulp & Kertas Indonesia, Edisi April 2010 |
|
| Last Updated ( Wednesday, 19 May 2010 ) |
| < Prev | Next > |
|---|

