| Kertas dari Batang Pohon Pisang |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Monday, 12 January 2009 | |
|
Papyrus Australia Ltd., Adelaide telah mengembangkan teknologi pemrosesan batang pisang menjadi veneer, kertas, dan karton. Produksi masal dimulai pada akhir tahun 2008. 1 pohon pisang ladyfinger di Queensland dapat menghasilkan 2 pohon pisang dengan tinggi 6 meter tiap tahunnya. Sebanyak 1.200 hasil kloning ditanam untuk lahan seluas 1 hektar. Tanaman pisang komersial di dunia terdapat sekitar 10 juta hektar dan ini menjamin ketersediaan sumber serat. Papyrus bekerjasama dengan kelompok konsumen DaiEi Australasia dalam memperkenalkan ke pasar global. Batang pohon pisang memiliki serat putih yang sangat kuat sehingga tidak diperlukan pemutihan, dan dapat diproduksi setebal 20 gsm. Batang pohon pisang terdiri dari 2 lapisan yang dapat menghasilkan bermacam produk sekaligus. Lapisan luar berstruktur kasar, kekuatan basah tinggi, sifat barrier, dan tidak mudah terbakar. Produk lapisan luar berupa veneer dekorasi, laminasi struktur, dan kayu lapis. Lapisan dalam mempunyai sifat yang sama namun berstruktur serat lebih halus. Produk lapisan dalam berupa veneer dekorasi, kertas, dan kertas kemasan. Teknologi Papyrus memperkenalkan proses ”rotary veneering” menggantikan proses ”pulping dan forming” dan tetap memanfaatkan proses-proses yang ada di industri kertas seperti pressing, drying, dan calendering. Papyrus sedang melakukan penelitian campuran serat batang pisang dengan serat kayu. Perbedaan fundamental proses Papyrus dengan teknologi kovensional adalah tidak digunakannya pulping. Pemakaian energi, airm bahan kimia dan emisi gas menjadi minim. Jika proses papyrus dibandingkan dengan pulping kimia, maka untuk 1 ton produk terdapat penghematan emisi CO2 1,35 ton dan potensi penghematan mencapai 3-4 ton. Sumber: Bulletin Berita Industri Pulp & Kertas Indonesia, edisi Agustus 2008 |
|
| Last Updated ( Monday, 12 January 2009 ) |
| < Prev | Next > |
|---|

