Kudus (ANTARA News) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi inovasi industri kertas berharga nasional yang membuatnya punya daya saing sehingga diminati pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengunjungi Pura Group di Kudus, Jawa Tengah, Jumat, yang sudah mengekspor 60 persen produknya sampai ke 50 negara.

Perusahaan itu menghasilkan kertas berharga seperti buku bank, buku nikah, cek, ijazah, paspor dan sertifikat juga kertas uang dengan kapasitas produksi 18.000 ton per tahun.

Mereka juga menyuplai kertas uang ke negara lain, seperti Vietnam, Sudan, Bangladesh dan India. Pura Group adalah perusahaan terintegrasi dengan 27 divisi yang tergabung dalam kelompok industri kertas, cetak, hologram, smart card dan engineering.

"Pura ini engineering-nya kuat, itu harus didorong," kata Airlangga. Presiden Direktur Pura Group Yohanes Moeljono mengemukakan bahwa perusahaannya punya terobosan di bidang engineering.

Mereka membuat tempat penyimpanan produk hortikultura yang disebut Control Atmosphere Storage (CAS).

"Ini merupakan inovasi yang dapat digunakan sebagai penyimpanan bawang merah sehingga tetap segar untuk jangka waktu sampai enam bulan. Jadi, sejalan dengan program pemerintah untuk menyetabilkan harga ketika masa paceklik," katanya.

Editor: Aditia