TOKYO, KOMPAS — Isu kerusakan lingkungan terkait aktivitas PT Asia Pulp and Paper atau APP di Sumatera tak menggoyahkan pasar Jepang. Produk kertas fotokopi mereka menguasai seperempat pasar Jepang.

Hingga 2015, perusahaan bubur kertas dan kertas di bawah Grup Sinar Mas itu menguasai pasar kertas fotokopi dengan volume 300.000 ton per tahun. Itu belum termasuk kertas tisu, kertas cetak, kertas pembungkus, dan alat tulis kantor.

"Sejak 2013, kami tak memakai hutan alam untuk sumber bahan baku," kata Kepala Perwakilan Grup APP Jepang Tan Ui Sian, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Gesit Ariyanto, dari Tokyo, Jepang, Senin (12/12). APP Jepang hampir 20 tahun ada di negeri itu.

Di Indonesia, Sinar Mas Forestry mengelola lahan konsesi hutan tanaman industri 1 juta hektar, dengan 6 anak usaha dan 32 perusahaan pemasok bahan baku. Pada 2015, lima pabrik mereka di Indonesia memproduksi 11,4 juta ton produk berbahan serat kayu.

Menurut Takao Terasaki, penasihat lingkungan APP Jepang, sebelum 2013, pihaknya menghadapi kampanye anti produk APP oleh organisasi lingkungan di Jepang. Namun, 4 tahun terakhir, desakan itu berkurang, terutama setelah APP Jepang menyosialisasikan program konservasi hutan. "Kami tegaskan, kami tak menebang dari hutan alam dan jelas memperhatikan kelestarian lingkungan," ucapnya.

Pertumbuhan pasar Jepang seiring kenaikan kunjungan ke gerai APP 4 kali ikut pameran energi dan lingkungan internasional EcoPro di Tokyo. "Ribuan pengunjung datang dan bertambah. Itu menambah kepercayaan diri kami," kata Tan Ui Sian.

Sertifikasi

Untuk memantapkan posisi di Jepang, APP ikut program sertifikasi produk di bawah skema Programme for The Endorsement of Forest Certification (PEFC) dan Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI). "Tahun depan, 16 produk kami harapannya bersertifikat PEFC semua. Kini, sebagian LEI," kata Terasaki.

Sertifikasi mendorong kepercayaan pasar bahwa produk dihasilkan berkelanjutan. PEFC ialah inisiatif negara-negara Amerika Utara dan sebagian Eropa sejak 1990-an. Ketaatan perusahaan bersertifikat PEFC diaudit tiap tahun. "Sertifikat diberikan setelah lembaga audit mengecek ke lapangan," kata Direktur PEFC Asia Promotions Haruyoshi Takeuchi.

Upaya APP Jepang diterima asosiasi perusahaan Jepang (Keidanren) beranggotakan sejumlah perusahaan besar Jepang. Di Indonesia, Grup Sinar Mas disorot tajam sejumlah organisasi lingkungan terkait kebakaran lahan gambut di konsesi