jpnn.com, SURABAYA - Indonesia masih menduduki peringkat keenam dalam daftar produsen kertas dunia. Artinya, Indonesia punya peluang menjadi pemain utama di industri kertas global.

Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Jawa Timur Misbahul Huda menyatakan, produksi kertas Indonesia mencapai total 14 juta ton per tahun. Produsen utama kertas dunia lain adalah Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Selain itu, ada juga Kanada, Jepang, Jerman, dan Brasil yang tak boleh dipandang sebelah mata. ’’Kalau di ASEAN, kami berada di urutan pertama,’’ kata Misbahul, Selasa (14/6) kemarin.

Indonesia berpeluang besar untuk meningkatkan kapasitas produksi karena pemerintah mengalokasikan sepuluh juta hektare lahan untuk hutan tanaman industri. Di antara jumlah tersebut, 3–4 juta hektare digunakan sebagai bahan baku bubur kertas.

Iklim tropis juga mendukung pertumbuhan akasia sebagai bahan baku utama bubur kertas. Di Indonesia, akasia bisa dipanen empat kali lebih cepat jika dibandingkan dengan negara-negara subtropis.

Huda menuturkan, Tiongkok saat ini menjadi produsen utama kertas dunia karena memanfaatkan 77 juta hektare lahan hutan tanaman industri untuk industri pulp and paper.

Bila didukung regulasi yang probisnis, Huda yakin, Indonesia dapat menjadi pemain utama dunia pada 2030.Meski era paperless terus dikampanyekan, kebutuhan kertas dunia terus naik.

Pada 2020 kebutuhan kertas diperkirakan mencapai 490 juta ton dari 394 juta ton saat ini. Rata-rata kebutuhan kertas di Amerika dan Eropa saat ini mencapai 200–300 kilogram per kapita per