bisnis.com . JAKARTA — Dua produsen kertas milik Grup Sinarmas yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. memasang target konservatif untuk kinerja penjualan dan laba bersih.

Sejalan dengan itu, belanja modal pada 2016 yang dianggarkan oleh kedua emiten itu tercatat turun dari alokasi tahun lalu. Rinciannya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menggelontorkan US$120 juta dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) mengucurkan US$30 juta.

Kurniawan Yuwono, Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk., mengatakan belanja modal perseroan pada 2016 turun sebesar 70% dari tahun lalu sebesar US$400 juta. Dana belanja modal diambil dari kas internal perseroan dan pinjaman bank.

Sementara itu, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. hanya menggelontorkan US$30 juta atau turun dari tahun lalu yang nilainya sekitar US$100 juta. Belanja modal tersebut hanya untuk biaya pemeliharaan.

"Ekonomi masih stagnan maka kami mempertahankan penjualan sama dengan 2015," ucap Kurniawan dalam paparan publik, Selasa (28/6).

Pada 2015, INKP mendulang penjualan neto sebesar US$2,83 miliar, naik 7,55% dari penjualan neto tahun sebelumnya. Sebesar 38,4% dari penjualan neto perseroan berasal dari pulp, sekitar 30% dari kertas budaya, dan sisanya dari kertas industri dan lain-lain.

Adapun, TKIM mengantongi penjualan neto pada 2015 sebesar US$1,06 miliar, merosot 11% dari penjualan neto 2014. Sekitar 93,5% dari penjualan neto TKIM berasal dari produk kertas.

"Sementara, untuk bottom line kami menargetkan sama dengan 2015. Bottom line sangat tergantung dari penjualan produk, harga jual, dan fluktuasi mata uang," kata Kurniawan.

Laba bersih INKP pada 2015 sebesar US$222,78 juta, melesat 76,35% dari tahun sebelumnya. Lain cerita dengan TKIM yang mencatatkan laba bersih pada 2015 sebesar US$1,45 juta, turun 92,92% dari 2014.

"Pasar domestik dan global belum bagus-bagus amat. Minimal kami bisa menjaga pendapatan dan bottom line seperti tahun lalu," kata Suhendra Wiriadinata, Direktur PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk., Selasa