Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menyusun pedoman penyusunan standar industri hijau yang menjadi acuan dalam menerapkan industri hijau dalam kegiatan perindustrian. Pedoman tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 51/M-IND/PER/6/2015.

Tahun lalu Kementerian Perindustrian telah menggelar Penghargaan Industri Hijau 2015 kepada industri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksinya. Langkah tersebut merupakan awal bagi pemberlakuan Standar Industri Hijau bagi industri dalam melakukan kegiatan produksi. Penghargaan tersebut telah beberapa kali diberikan oleh pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya.

Standar Industri Hijau adalah standar industri yang terkait dengan bahan baku, bahan penolong, energi, proses produksi, produk, manajemen pengusahaan, pengelolaan limbah dan/atau aspek lain yang dibakukan dan disusun secara konsensus oleh semua pihak yang terkait yang bertujuan untuk mewujudkan industri hijau.

Untuk menguatkan persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN pemerintah telah menyiapkan Lembaga Sertifikasi Profesional untuk industri hijau, saat ini yang telah siap adalah Sucofindo yang telah menjadi Lembaga Sertifikasi Profesional untuk industri hijau di bawah Kementerian Perindustrian.

Pada tahun lalu pemerintah berencana menerapkan 4 Standar Industri Hijau untuk Komoditi Billet dan Bloom Baja Tuang Kontinyu; Semen Portland; Pulp dan Pulp Kertas Terintegrasi; dan Ubin Keramik, yang akan disahkan oleh Menteri Perindustrian melalui Peraturan Menteri.

Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Dari berbagai