Liputan6.com, Jakarta - Indonesia mampu menguasai pangsa pasar kertas di pasar internasional. Hal ini akan dorong oleh pertumbuhan industri pulp dan kertas di dalam negeri serta berkurangnya negara pesaing Indonesia pada bidang tersebut.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pasar ekspor produk kertas Indonesia tumbuh sekitar 2,1 persen per tahun. Selain itu, Indonesia juga masih mempunyai peluang mendominasi pangsa pasar kertas dunia dengan makin berkurangnya peran negara-negara Skandinavia seperti Finlandia, Swedia, dan Norwegia yang sebelumnya merupakan negara pemasok utama pulp dan kertas di pasar internasional.

"Kita punya peluang yang besar untuk kembangkan industri pulp and paper ini di dalam negeri," ujar dia dalam Kongres Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) 2016 di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Saat ini Indonesia menjadi negara produsen kertas nomor ke-6 di dunia. Sementara untuk industri pulp, Indonesia menempati peringkat ke-9.

"Pada 2015, kontribusi industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman dalam pembentukan PDB mampu mencapai Rp 87,7 triliun,” kata dia.

Saat ini industri pulp dan kertas nasional juga memberikan kontribusi terhadap devisa negara masing-masing sebesar US$ 1,73 miliar dan US$ 3,57 miliar. Serta menyerap tenaga kerja langsung sekitar 260 ribu orang dan sebanyak 1,1 juta untuk tenaga kerja tidak langsung.

Sementara jika melihat data konsumsi kertas per kapita per tahun, konsumsi di Indonesia yang baru sekitar 32,6 kilogram (kg). Sedangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) konsumsi kertas per kapita per tahunnya mencapai 324 kg, Belgia 295 kg, Denmark 270, Kanada 250 kg, Jepang 242 kg, Singapura 180 kg, Korea 160 kg, dan Malaysia 106 kg.

Menurut Airlangga hal ini tentu menjadikan peluang besar untuk pengembangan industri pulp dan kertas. "Peluang di dalam negeri juga didorong seiring dengan meningkatnya pendidikan masyarakat dan kegiatan ekonomi lainnya yang membutuhkan produk kertas, seperti kertas tulis cetak, kertas kemasan pangan, kertas kantong semen, kertas bungkus, dan kotak karton gelombang,” tandas dia.