BISNIS.COM - Industri pulp dan kertas turut terkenda dampak dari pelemahan perekonomian global. Para pelaku usaha di sektor kehutanan memperkirakan industri pulp dan kertas pada tahun ini hanya tumbuh 2—3% dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 4%.

Salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah dengan menghidupkan kembali PT Kertas Kraft Aceh (Persero), perusahaan milik negara yang bergerak di bidang pulp dan kertas kraft.

PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan hutan tanaman industri di Aceh, menagih janji pemerintah untuk mengoperasikan kembali PT Kertas Kraft Aceh (Persero) sehingga kegiatan usaha produsen kayu pinus tersebut dapat turut berjalan.

Komisaris Tusam Hutani Lestari (THL) Edhy Prabowo mengingatkan, perusahaannya didirikan untuk memasok bahan baku Kertas Kraft Aceh (KKA).

Dia memastikan, Tusam Hutani akan membuat rencana kerja tahunan bila sinyal pemerintah menghidupkan perusahaan pelat merah itu terealisasi.

“Aturannya kan tidak boleh bawa kayu gelondongan keluar Aceh. Jadi pilihannya harus ada industri atau kami yang bangun industri sendiri,” katanya saat dihubungi Bisnis, Sabtu (19/11).

Edhy mengklaim, THL sanggup memasok sekitar 60% dari kebutuhan kayu pinus Kertas Kraft Aceh. Tusam Hutani memiliki konsesi 97.300 hektare, tetapi garapan maksimal perusahaan itu 60.000 ha. Bila masa daur panen pinus adalah 15 tahun maka lahan yang ditanami seluas 4.000 ha per tahun.

Sementara itu, kapasitas terpasang KKA 135.000 ton kertas kraft per tahun. Kertas kraft biasanya digunakan untuk kantong belanja dan karung kertas.

Menurut Edhy, sisa kebutuhan kayu pinus bisa disuplai dari hutan rakyat maupun perusahaan daerah.

“Tapi menurut saya kalau utilitas mencapai 60% saja KKA sudah untung,” kata Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu.

Berdasarkan temuan Badan Pusat Statistik, Tusam Hutani merupakan satu dari 60 perusahaan hutan tanaman industri (HTI) yang tahun ini tidak aktif. Perusahaan itu mendapat hak mengelola areal kerja seluas 97.300 ha di Kabupaten Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dari 2004—2042.

THL merupakan perusahaan patungan PT Alas Helau milik Prabowo Subianto dengan PT Inhutani IV, masing-masing komposisi sahamnya sebesar 60% dan 40%. Mantan Danjen Kopassus itu mengambil alih Alas Helau dari Grup Kalimanis pada 2002.

Operasi THL terganggu karena konflik bersenjata dan tsunami. Ditambah lagi, Pemerintah Provinsi Aceh pada 2007 menerbitkan moratorium penebangan hutan alam. Kendati THL memiliki izin HTI, perusahan tersebut tidak bisa menebang pinus alam maupun membuka lahan baru.

Kebijakan itu mengakibatkan KKA kekurangan bahan baku. Di sisi lain, pasokan bahan bakar gas dari PT Arun NGL terhenti sehingga KKA praktis mati suri.



GONDORUKEM

Edhy mengungkapkan, larangan penebangan pohon itu diakali Tusam Hutani dengan menggarap getah pinus atau gondorukem. Selain penyadapan, saat ini kegiatan di konsesi THL hanya berupa pengawasan areal kerja dengan tenaga kerja yang terbatas. “Jadi kalau disebut tidak aktif versi BPS bisa masuk. Menyadap getah pinus lumayan ada hasilnya,” ujarnya.

Ketika rezim berkuasa di Aceh berganti pada 2012, Pemprov membuka peluang untuk mencabut moratorium. Namun, KKA yang setop operasi selama lima tahun membutuhkan investasi Rp800 miliar dengan opsi mengganti bahan bakar gas.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Bumi Serambi Mekah tahun lalu berjanji akan menghidupkan kembali KKA. Opsi yang terlontar dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara adalah dengan melakukan privatisasi perusahaan penghasil kertas untuk kantong semen itu.

Edhy menilai, beroperasinya KKA dapat menggeliatkan ekonomi Aceh seperti dekade 1970-an sampai 1990-an. Selain butuh komitmen dari pemerintah pusat, dia juga meminta Pemprov Aceh memberikan iklim usaha yang baik.

Mantan Direktur Utama Tusam Hutani tersebut menjamin pembangunan ekonomi tetap memerhatikan aspek lingkungan. Menurut dia, industri berbasis kehutanan sangat prospektif jika dijalankan secara berkelanjutan. “Kami juga tidak mau asal menebang habis-habisan. Kami mau sustainable development ,” ujarnya.

Pengoperasian kembali KKA bakal memberikan efek luar biasa bagi perekonomian di