Bisnis.com, JAKARTA – Industri pulp dan kertas mengeluhkan harga gas di sektornya tidak kompetitif di wilayah Sumatera. Hal tersebut menyebabkan harga bahan bakunya naik hingga 18%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Brastasida mengatakan biaya energi menjadi biaya terbesar setelah bahan baku atau 18% dari harga bahan baku.

“Setiap kenaikan US$1 untuk harga gas mengakibatkan harga bahan baku kertas naik hingga US$18, maka harga tersebut membuat kami tidak bisa bersaing dengan harga produk dari luar,” katanya saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (15/7/2016).

Dia menjelaskan harga gas di Pulau Jawa saat ini sekitar US$8 - US$9 per MMBtu, sedangkan di negara Asean lainnya hanya US$4 – US$5 per MMBtu. Adapun saat ini penggunaan harga gas sektor pulp dan kertas cukup signifikan yaitu mencapai 280 million standard cubic feet per day (MMSCFD).

Hal tersebut membuat pihaknya meminta sektor kertas masuk ke dalam tujuh sektor yang mendapat fasilitas penurunan harga gas sesuai Perpres No.40/2016 tentang Harga Gas Bumi.

Menurutnya, keinginannya tersebut bakal sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca industri tersebut sekitar 0,38 juta karbon dioksida hingga 2020.

“Kalau kami bisa pakai harga gas murah, selain meningkatkan daya saing maka kami juga bisa menurunkan emisi gas,” ujarnya.

Namun, menurut Liana proses pengajuan penurunan harga gas bakal rumit karena setiap perusahaan harus mengajukannya dengan syarat seperti laporan tahunan yang sudah diaudit, kontrak jual beli dan lainnya.

Ditambah proses validasi dan proses verifikasi yang membutuhkan waktu dan biaya besar. “Sekarang sektor yang dapat fasilitas saja belum ada satupun yang mengajukan karena rumit dan birokrasinya jelimet,” paparnya.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan pihaknya akan mengusulkan beberapa sektor yang menggunakan gas secara signifikan agar masuk ke dalam tujuh daftar tersebut.

“Kalau di industri agro, saya mengajukan industri pulp dan kertas dan makanan. Saat ini industri tersebut masih mendapat harga gas US$7-US$8 per MMBtu di luar toll fee sekitar US$1,5-US$1,9,”