Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pulp dan Kertas Kertas Indonesia (APKI) meminta pemerintah turun tangan membantu pengembangan industri tersebut ke depan. Setidaknya ada tiga hal yang dirasakan APKI menghambat ekspansi pabrik pulp dan kertas di negara ini.

“Tingginya harga gas, trade remedies, hambatan dari regulasi dan beberapa permasalahan lainnya mengganggu rencana ekspansi mayoritas anggota kami,” kata Ketua APKI Misbahul Huda, Rabu (19/10).

Huda menyebut anggota APKI yang saat ini berjumlah 64 perusahaan terus mengalami masalah peningkatan kinerja selama kurun waktu 2011-2016.

“Walaupun ada pembangunan pabrik pulp dan rayon yang saat ini sedang berlangsung, namun sebagian besar pabrik justru tutup karena semakin meningkatnya biaya produksi,” kata Huda.

Hal tersebut diperparah dengan harga jual kertas yang cenderung stagnan serta adanya tekanan dari produk impor yang jumlahnya terus meningkat.

Untuk bisa bertahan menghadapi persaingan bisnis, Huda menyebut APKI siap menjadi mitra dialog bagi pemerintah dalam mencari kebijakan yang tepat untuk menurunkan harga gas, kebijakan ekspor, sampai SVLK.