Economy.okezone.com - JAKARTA. Industri pulp dan kertas Indonesia saat ini berhasil menduduki peringkat 10 besar dunia berdasarkan total produksi. Dengan total 84 industri pulp dan kertas di Indonesia, saat ini Indonesia berada pada peringkat enam untuk industri kertas dan peringkat 10 untuk industri pulp.

"Industri kita sudah dapat bersaing di dunia. Untuk tingkat Asia kita berada di peringkat tiga di bawah China dan Jepang. Sedangkan di ASEAN kita di peringkat pertama," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida dalam diskusi ekspor industri hasil hutan di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Sepanjang tahun 2014, industri pulp di Indonesia mencatatkan 6,4 juta ton hasil produksi, sedangkan industri kertas sebesar 10,4 juta ton. "Kita juga menyumbang 4 persen dari total PDB (Produk Domestik Bruto) dan total devisa yang masuk sebesar USD 5,6 miliar," ujarnya.

Dengan tingginya tingkat produksi ini, APKI berharap agar pemerintah tidak menghambat pengusaha pulp dan keras untuk dapat mengembangkan usahanya di Indonesia salah satunya adalah dengan pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 89 tahun 2015 yang tidak mewajibkan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) bagi IKM mebel. Aturan ini hanya mengharuskan industri ini melampirkan dokumen yang membuktikan bahwa bahan bakunya berasal dari pemasok yang telah memperoleh SVLK.

"Jadi Permendag ini tolong ditinjau lagi. Jangan sampai merugikan kalangan industri dalam negeri,"