Bisnis.com, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik menghitung nilai ekspor bubur kertas dan kertas (pulp and paper) Provinsi Riau meningkat tipis 1,5% di sepanjang Semester I/2016 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala BPS Riau Mawardi Arsad mengatakan nilai ekspor pulp and paper berdasarkan free on board mencapai US$1,24juta pada Semester I/2016. Nilai ekspor sektor tersebut hanya meningkat dari US$1,2 juta dari paruh pertama tahun lalu.

"Ada peningkatan ekspor Riau pulp and paper. Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan pasar luar negeri," katanya, Kamis (4/8/2016).

Data BPS merincikan nilai ekspor sektor kertas dan karton meningkat 30% dari Semester I/2016 di banding tahun lalu. Nilai ekspor kertas mencapai US$638.000 pada paruh pertama tahun ini, meningkat dari tahun lalu yang hanya US$608.000.

Namun, sektor bubur kertas mengalami penurunan 50% di paruh pertama tahun ini dibanding 2015. BPS mencatat nilai ekspor bubur kertas hanya US$595.000, turun dari US$645.000 pada Semester I/2016.

Pulp and paper diekspor ke beberapa negara tujuan, antara lain Tiongkok, India, Malaysia, Amerika Serikat, Eropa, Singapura dan negara lain.

Riau memiliki dua perusahaan industri pulp and paper yaitu PT Riau Andalan Pulp and Paper, anak perusahaan APRIL Grup yang terletak di Kabupaten Pelalawan dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) anak Sinar Mas Grup yang terletak di Kabupaten Siak.

PT Indah Kiat Pulp and Paper menggenjot produksi kertas untuk mencukupi kebutuhan pasar internasional, tahun ini. Pihak Indah Kiat mengklaim produksi kertas Indah Kiat di Siak mencapai level rata-rata 100.000 ribu ton per bulan. Pihaknya memproyeksikan peningkatan produksi mencapai 10% pada tahun ini.

Sebelumnya, Asian Pulp and Kertas Indonesia mencatat peningkatan produksi pada tahun ini dilakukan oleh Sinar Mas Group dengan tambahan dua juta ton pulp serta 600.000 ton kertas tisu untuk seluruh