TOKYO, KOMPAS — Grup Asia Pulp and Paper Jepang menjadi perusahaan pertama dari Indonesia yang diterima sebagai anggota federasi bisnis Jepang, Keidanren. Anggota Keidanren berjumlah 1.524 perusahaan terhitung per 31 Maret 2016.

"Kami menyambut baik. Mudah-mudahan bisa menjembatani kemitraan bisnis Jepang dan Indonesia," kata Chairman Komite Ekonomi Jepang-Indonesia Keidanren Shigeo Ohyagi, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Gesit Ariyanto, dari Tokyo, Selasa (13/12). Pertemuan kemarin dipimpin Kepala Perwakilan Grup APP Jepang Tan Ui Sian.

APP Jepang, salah satu anak perusahaan Grup Sinar Mas, di antaranya direkomendasikan sejumlah perusahaan besar anggota Keidanren, seperti Toray dan Iwatani. Keduanya memiliki kepentingan bisnis di Indonesia.

Saat ini, komposisi anggota Keidanren terdiri dari 1.336 korporasi (corporate member), 156 kelompok perusahaan (group), dan 32 anggota khusus (special member). Federasi itu didirikan pada 16 Agustus 1946.

Awal tahun 2016, Keidanren mencanangkan visi 2030, yakni produk domestik bruto Jepang sebesar 600 triliun yen. Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan konsumsi dan perluasan jenis investasi serta investasi pada dunia riset dan pengembangan.

Kepada wartawan dari Indonesia, Tan Ui Sian mengatakan, APP Jepang sangat berharap keanggotaan mereka turut mendorong penetrasi pasar. "Kami masuk jejaring industri besar Jepang dan bisa memperkuat lobi," katanya.

APP Jepang berada di Jepang hampir 20 tahun. Saat ini, mereka menguasai 25 persen pasar kertas fotokopi atau sekitar 300.000 ton per tahun. Itu di luar produk kertas cetak, kertas tisu, dan alat-alat perkantoran.

Sebagian besar produk APP Jepang dibuat di Indonesia, sebagian lagi di Tiongkok. "Pasarnya masih terbuka, kecuali print paper yang turun," kata Tan.

Secara khusus Keidanren menyoroti iklim investasi di Indonesia. Kunjungan Presiden Joko Widodo tahun ini ke Jepang disambut positif para pebisnis di